PENGOBATAN GINJAL TANPA OPERASI DENGAN BIAYA MURAH 100% BERHASIL

 


UNTUK YANG MENGALAMI GANGGUAN GINJAL ATAU GAGAL GINJAL JANGAN LAGI LAKUKAN CUCI DARAH .. CUKUP DENGAN PENGOBATAN MURAH DAPAT MENYEHATKAN GINJAL ANDA KEMBALI KURANG DARI SEBULAN

 

Bagi siapapun yang mengalam gangguan ginjal { Batu Ginjal Khususnya }

Jangan lagi melalukan cuci darah...

Untuk lebih jelas bisa hubungi kami di 081222799928

 


 

6 Pesepakbola dengan Jumlah Follower Instagram Terbanyak di Piala Dunia 2022

 Terdapat dua pemain yang disebut paling berpengaruh di Piala Dunia 2022 Qatar, menurut studi yang dilakukan Nielsen kedua sosok itu Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Berikut ini 6 persepakbola dengan jumlah Follower Instagram terbanyak di Piala Dunia 2022.

Cristiano Ronaldo menjadi yang paling berpengaruh, sebanyak 48 persen pertumbuhan pengikutnya terjadi dalam kurun waktu satu tahun.

Pria Portugal memiliki jumlah pengikut sebanyak 480 juta, sementara nilai per postingan sang pemain dapat mencapai 3,6 juta dolar AS.

Sementara itu peringkat kedua ditempati Lionel Messi, sebanyak 38 persen pertumbuhan terjadi dalam kurun satu tahun dengan per unggahan sebesar 2,7 juta dolar AS.


 

Hal ini tentu memberi pengaruh tersendiri di ajang Piala Dunia 2022 Qatar, meskipun tak hanya kedua pemain itu saja yang bisa melakukan demikian.

Proses pengukuran yang dilakukan Nielsen berdasarkan evaluasi total pengikut, pertumbuhan pengikut, keterlibatan dan rata-rata nilai postingan di Instagram.

Sejumlah pemain dengan jumlah pengikut terbanyak lainnya juga mampu memberi dampak tersendiri, lantas siapa saja mereka? berikut di antaranya.

 

 Striker Real Madrid tentu akan menjadi andalan timnas Prancis di Piala Dunia 2022, terlepas dari itu jumlah dukungan untuk Benzema tentu patut diperhatikan.

 

 Di akun Instagram pribadi, Benzema memiliki sebanyak 58 juta pengikut dan satu kali unggahan yang ia lakukan setara dengan 489.238 dolar AS atau sekitar Rp7,3 miliar.

15 Cara menambah subscriber Youtube dengan cepat 2022

 

Menemukan cara menambah subscriber yang organik dan efektif penting keberlanjutan channel Youtube. Salah satu cara mengukur kepopuleran dan kesuksesan channel YouTube kamu adalah dengan melihat angka subscriber yang kamu miliki di platform tersebut. 

Lagipula semakin banyak jumlah subscriber yang kamu miliki, tentu peluang kamu untuk mendapatkan views yang lebih tinggi juga dapat semakin besar. Nah, agar bisa meningkatkan jumlahnya, ada beberapa cara menambah subscriber YouTube yang perlu kamu coba lakukan. 



Salah satu metrik utama untuk mengukur kesuksesan di Youtube adalah melalui jumlah subscriber (pelanggan) yang dimiliki saluran kamu. Lebih banyak pelanggan berarti lebih banyak penayangan untuk video kamu. Sebagai pemula, tentunya kamu perlu membuat target penambahan subscriber di tahun pertama untuk mengukur apakah channel Youtube memungkinkan untuk lanjut.

Buat target yang rasional saat akan membuat konten video untuk memperkirakan jangkauan penonton yang akan menonton video. Tentukan jumlah penambahan secara periodik meningkat dari setiap periode waktu misalnya, setiap bulan harus bertambah. Kamu juga perlu memahami apakah konten video yang kamu buat adalah video dengan topik umum dengan banyak peminat atau topik khusus dengan segmen terbatas.

Menarik pemirsa awal tersebut adalah dasar kesuksesan di Youtube. Dibutuhkan upaya cara menambah subscriber terus-menerus, tetapi ada beberapa karakteristik yang dapat kamu terapkan untuk membentuk audiens baru yaitu: Targeting (penargetan audiens), Discoverability (kemudahan video untuk ditemukan, Accessibility (kemudahan akses ke konten video), Collaboration (kolaborasi kreator dan platform), dan Shareability (kemudahan untuk membagikan konten).

 

 Sering posting video berdampak besar pada jumlah subscriber karena semakin sering kamu memublikasikan video, semakin banyak orang yang menontonnya. Karenanya, kamu mendapatkan lebih banyak engagement, shares, dan likes.

SEAMEN JOB - JOB OFFSHORE - JOB PELAUT TERBARU - INDONESIAN NATIONALITY ONLY

 

 


Full Crew on Crude Oil tanker
We are looking for Chief Engineer on Crude Oil tanker
  • DWT from aframax to VLCC
  • Electronic/non electronic engines
  • Salary 14 000 USD + bonuses
  • Contract duration 5 m
  • Mix crew on board, good English is required
  • Age limit - 60
  • 2ND Engineer on Crude Oil tanker
  • DWT from aframax to VLCC
  • Electronic/non electronic engines
  • Salary 10 400 USD + bonuses
  • Contract duration 5 m
  • Mix crew on board, good English is required
  • Age limit - 50
ETO on Crude Oil tanker
  • Electronic/non electronic engines
  • DWT from aframax to VLCC
  • Electronic/non electronic engines
  • Salary 7 000 USD + bonuses
  • Contract duration 5 m
  • Mix crew on board, good English is required
  • Age limit - 60
We are looking as well for the same vessel with same requirements:
  • 3rd Engineer - 4500 USD / min 2 contracts in rank
  • 4th Engineer - 3600 USD / min 1 contract in rank
  • 2nd Officer - 4500 USD / min 2 contracts in rank
  • 3rd Officer - 3600 USD / min 2 contracts in rank
APPLY NOW
  • Radio Operator
  • Derrickman
  • Pumpman
  • Shakerman
  • Floorman
  • Storekeeper
  • Crane Operator
  • Assistant Crane Operator
  • Deck Foreman
  • Roustabout
  • Welder
  • Motorman

MOLAJAYA SAMUDERA

www.molajaya.com 

crew.manager@molajaya.com

 

       MolaJaya Samudera Pt. is an independent Indonesian company providing specialist marine recruitment and management services for both seagoing and shore based personnel covering all sectors of the shipping industry but with particular emphasis on the Cargo , Container,Tanker and offshore market.
       We strongly commit to achieve safety in all aspects of our operations.
       MolaJaya Samudera is committed to being a safe leading, reliable and precise/accurate Recruitment Company, supporting the ne
eds of our Clients and employees with the highest ethical standards.
       We pursue excellence in all of our services, that meets the customer’s requirements, and through these efforts enhance our quality of service at the highest standards. Pursuing to have high quality crew assigned to any of our Clients vessels, we have implemented a system of thorough checks of each seafarer including but not limited to, verification of their certificates of competence and additional qualifications to ensure authenticity, cross-reference checks of their experience with past employers, any additional requirements of the Ship’s flag state administrations. Having this system in place, we guarantee that our crew will meet the highest standards in the seamanship and safety at all times.

 

81.300 MARINEROS... AL MUELLE


Los armadores barajan solicitar una moratoria


 


Es algo que se veía venir. Varios factores han sido los detonantes para que la bomba estalle:

El ISM, si no estás de alta en el Régimen de la Seguridad Social, te ponen de último en los cursos.
Una vez cubres el papeleo te ponen en lista un año, sin saber cuándo ni dónde. "Ya le llamarán" es su respuesta final.

Consecuencia: no puedes organizarte, planificar ni dónde, ni cuándo, ni cómo ir a los centros homologados públicos de Bamio (Galicia) Jovellanos (Asturias) o Santa Cristina (Andalucia).

Entonces recurres a los Centros Homologados Privados. El coste de actualización es de 250€ aproximadamente.

Un marinero que cobre 1250€ al mes, ir a ese curso de actualización si está en su ciudad ahorra viajes, comidas y pernoctar. Pero si no, incrementa aún más el gasto de su formación STCW.

Si la armadora se lo paga a través la Tripartita está de suerte, no todas conocen ese sistema.

Y un tema IMPORTANTE, los descansos de la tripulación que son cortos y pueden o no, coincidir con las fechas en los centros homologados sean públicos o privados. Ahora con pandemia el aforo al 50%.

La Formación Básica en Seguridad es el certificado mínimo para embarcar, luego están las titulaciones y otros documentos que también hay que actualizar.

Helena Lim Divaksinasi Covid-19 untuk Nakes, Unsur Kesengajaan atau Kecolongan?

 



Sosialita Helena Lim menjadi buah bibir beberapa hari belakangan, terutama di jagad maya. Bukan karena bakatnya menyanyi atau kekayaannya yang memantik perhatian, akan tetapi karena dirinya mendapatkan vaksinasi Covid-19 di Pukesmas Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Helena Lim mengabadikan momen vaksinasi dirinya di media sosialnya. Terdapat beberapa orang yang juga ikut dalam antrian vaksinasi di sebuah layakan kesehatan di Jakarta Barat. 

"Habis vaksin kita bisa ke mana-mana ya. Semoga vaksinnya berhasil, ada vaksin semuanya aman," ucap Helena dalam rekaman video dan tersebar di media sosial miliknya.

"Kita sudah vaksin yang pertama, dua minggu lagi kita vaksin yang kedua," ucap Helena Lim.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Kristi Wathini mengatakan Helena Lim berserta keluarga termasuk ke dalam kategori orang yang mendapatkan prioritas vaksin Covid-19. Alasan yang mendasarinya, kata Kristi, seluruh orang yang terlihat di dalam video membawa surat keterangan bekerja di apotik.

"Mereka masing-masing membawa surat keterangan bekerja di apotek. Dan apotek merupakan salah satu sarana kefarmasian yang masuk dalam prioritas pertama," kata dia saat dihubungi, Senin (8/2/2021).

Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmidzi menjelaskan bila memang status penerima vaksin adalah apoteker, maka termasuk sebagai tenaga kesehatan dan dapat memperoleh vaksinasi Covid-19.

 

Namun untuk kasus Helena Lim, dia menyerahkan hal tersebut kepada pihak pemerintah daerah DKI Jakarta.

Dia memandang, mereka yang bekerja di apotek adalah bagian dari petugas kesehatan atau petugas penunjang. Karena memberikan pelayanan kesehatan juga. 

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria juga menuturkan, pihaknya masih mengecek mengenai vaksinasi Covid-19 yang diterima Helena Lim.

"Nanti kami cek. Apa penyebab yang bersangkutan bisa masuk," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (9/2/2021).

Riza mengaku sampai sekarang belum mengetahui masalah tersebut. Dirinya hanya menegaskan, prioritas dari awal adalah untuk tenaga kesehatan. Memang, Riza mengakui, ada masalah di pendataan terhadap vaksinasi Covid-19 ini.

Adapun Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahadiansyah, menduga ada unsur kesengajaan dalam kasus vaksinasi Helena Lim. Artinya, aparatur setempat mengetahui bahwa Helena Lim adalah bukan salah satu bagian prioritas penerima vaksin covid-19. Selain juga cerminan buruknya tata kelola dalam vaksinasi. 

Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat terkait vaksinasi Helena Lim hanya bagian dari alibi pembenaran.

"Seperti orang mencuri baru ketahuan, kan bisa saja dia bilang maaf saya lagi lapar, kan bisa. Tapi tidak menjadi pembenaran. Jelas ini fatal," ujar Trubus.

Trubus meminta peristiwa Helena Lim harus diusut hingga ke ranah hukum, karena ada potensi melawan aturan kebijakan negara.

 

Sosiolog Universitas Indonesia (UI) Imam Prasodjo memandang, di masa pandemi Covid-19 ini memang vaksinasi menjadi hal yang diinginkan banyak orang agar terbebas dari penyakit. Sehingga pemerintah menilai mereka yang paling rentan dengan kategori tertentu yang berhak menerima vaksin covid-19.

Sehingga dalam kasus Helena Lim ini, menurut Imam, bukan ukuran kaya atau miskin dalam menentukan layak tidaknya seseorang menerima vaksin covid-19, tapi apakah yang bersangkutan memang masuk kategori prioritas.

 

Imam memberi contoh sederhana soal prioritas, terutama dalam kasus Helena Lim ini.

"Misal petugas sopir angkot sama pemilik mana yang harus didahulukan? Sopir angkotnya, karena pemilik sopir angkot dia tugasnya tidak terpapar dengan kerumunan yang akan tertular," tutur Imam.

Karena itu, menurut dia, dalam kasus Helena Lim ini perlu diklarifikasi. Jika memang termasuk tenaga kesehatan atau medis, jangan membawa urusan kekayaannya.

"Justru itu yang mesti diklarifikasi. Kalau memang dia sebagai tenaga medis yang terpapar, ya jangan dibawa-bawa kaya miskinnya karena tugasnya. Itu dokter bayangin itu kaya-kaya juga, tapi kita tidak persoalkan karena memang dia tugasnya rentan," jelas Imam.

"Tapi kalau misalnya, ada orang yang sebetulnya tidak bertugas seperti itu tetapi secara formal itu petugas tidak kerja di apotek, ya itu penyelundup namanya," kata dia.

Dirinya meminta untuk kasus Helena Lim ini dicek kebenarannya, sehingga vaksinasi Covid-19 ini diberikan kepada orang yang tepat. Namun, urusan hal ini jangan dibawa ke arah sentimen antara si kaya dan si miskin.

"Penyelundup itu ada tapi jangan dibawa sentimennya kaya miskin, itu jangan digiring ke sana. Kita harus mendidik masyarakat. Bahwa dia keliru, iya orang kaya tapi bukan kayanya dia ini keliru. Misalnya memanipulasi de facto dengan de jure. De jure dia bisa saja benar, tapi de facto dia tidak pernah lagi tuh praktik sebagai apoteker, misalnya gitu," kata Imam.

Dokter Richad Lee Sempat Trending Topic di Twitter, Kartika Putri Merasa Difitnah

 


Dokter kecantikan Richard Lee diam-diam melaporkan Kartika Putri yang lebih dulu mempolisikannya atas dugaan pencemaran nama baik. Richard Lee melaporkan Kartika Putri ke Polda Sumatera Selatan atas tuduhan yang sama.

Atas kasus tersebut, nama Richard Lee sempat menjadi trending topic di Twitter dengan hastag Selamatkan Dokter Richard. Menanggapi hal itu, istri Habib Usaman bin Yahya angkat suara.

 


 

Statemen dan ucapan Richard Lee dianggap sangat menyudutkan Kartika Putri. Sehingga banyak warganet yang menganggap kalau dia lah yang bersalah dalam masalah ini.

"Kok malah seakan-akan saya yang salah!!," tulis Kartika Putri.

Untuk itu, Kartika Putri menyerahkan semua kasus tersebut kepada pihak kepolisian. Sebab merekalah yang berhak menentukan siapa yang salah dan benar dalam kasus ini.

"kasus ini kan sudah diserahkan ke kepolisian biarkan saja diselidiki dengan bukti bukti oleh saksi saksi ahli jadi bukan saya yang menentukan," kata Kartika Putri.

Kartika Putri mengaku mempermasalahkan fitnah yang ditujukan Richrad Lee kepadanya. Ia  menyarankan agar pria yang dilaporkannya itu menghentikan drama yang selama ini dibuat tentang dirinya.

"Dia bikin 1.000 konten juga silakan, asal jangan fitnah dan mencemarkan nama baik saya. Stop play victim dan stop drama, and be a real man," tulis Kartika Putri.

 

 

 

14 Tahun Menjanda, Ikke Nurjanah Menikah Lagi

 


 

Setelah hampir 14 tahun hidup sendiri, Ikke akhirnya resmi melepas status jandanya dengan pria bernama Karlie Fu. Kabar bahagia itu dia sampaikan langsung lewat akun Instagram miliknya dengan mengunggah foto pernikahan, Jumat (5/2).

Keduanya tampak serasi. Senyum menghiasi wajah keduanya saat memamerkan buku nikah. “Bismillah, mohon doa restunya saudara-i ku,” tulis Ikke.

Tak banyak keterangan yang Ikke tulis mengenai siapa sosok suaminya. Meski begitu, unggahan foto tersebut langsung banjir selamat dari kerabat, rekan artis maupun warganet.

Mereka turut berbahagia dengan status Ikke yang baru dan berdoa supaya pernikahannya langgeng.

Artikel ini telah tayang di JPNN.com dengan judul

Seperti diketahui, Ikke Nurjanah sempat menikah pada 16 Oktober 1998 dengan Aldi Bragi dan dikaruniai seorang putri. Kemudian bercerai pada 2007

Polisi di Lamongan Selalu Bawa Baju Lebih di Motor Dinas, Alasannya Bikin Haru

 

Tugas polisi adalah memberikan rasa aman dan mengayomi seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali, bahkan kepada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) sekalipun. Hal inilah yang dilakukan oleh Aipda Purnomo yang diketahui berdinas di Lamongan, Jawa Timur ini.

Setiap harinya, Aipda Purnomo selalu membawa pakaian lebih untuk pria maupun wanita ODGJ yang ia temui saat patroli. Hal ini lantaran biasanya ODGJ kerap ia temui dalam kondisi telanjang tanpa sehelai benang pun.

 

Polisi satu ini juga kerap mengunggah aktivitasnya di akun sosial media miliknya. Aksi yang ia lakukan pun lantas menjadi viral di kalangan warganet Twitter dan Facebook.

Seperti apakah kisah Aipda Purnomo? Berikut ulasan selengkapnya dirangkum dari berbagai sumber.

 

 

Membawa pakaian lebih


Kerap menemui para ODGJ dalam kondisi pakaian yang tidak layak selama ia melakukan patroli lantas membuat hati dari Aipda Purnomo tergerak agar membawa pakaian untuk mereka. 

"Assalamu'alaikum, ini alasannya, kenapa di sepeda motor dinas saya sekarang selalu ada pakaian perempuan dan laki laki karena saya tidak tau kapan pakaian itu bermanfaat untuk mereka saudara kita yang terkadang memakai baju sobek bahkan telanjang," tulis Aipda Purnomo dalam postingannya di Twitter pada Senin (1/2/2021).

 

Viral di kalangan wraganet

Setelah memposting kegiatannya ini membuat Aipda Purnomo menjadi viral di kalangan warganet. Tak sedikit yang memberikan apresiasi terhadap hal yang dilakukan oleh polisi yang berdinas di Lamongan, Jawa Timur ini.

Sempat Jadi Trending Topic, Apa Itu WhatsApp GB?


 

 
  Warganet di Twitter ramai membicarakan mengenai WA GB alias WhatsApp GB. Topik ini bahkan jadi salah satu trending topic di linimasa Twitter Indonesia.

Warganet berdebat, apakah WhatsApp GB aman atau justru berbahaya. Lantas apa itu WhatsApp GB yang sedang ramai dibicarakan di linimasa Twitter?

 

 

Mengutip The Next Web, Selasa (2/2/2021), WhatsApp GB merupakan satu dari sejumlah WhatsApp modifikasi atau versi alternatif dari WhatsApp.

Berdasarkan informasi dari Quartz, versi alternatif dari WhatsApp, salah satunya WhatsApp GB, tidak tersedia di toko aplikasi resmi.

Para penggunanya memakai WhatsApp GB dan layanan modifikasi lainnya dari sumber tidak resmi atau saling membagikannya secara offline dari perangkat ke perangkat.

WhatsApp GB menawarkan fitur-fitur tambahan yang belum ada pada WhatsApp.

Misalnya password untuk obrolan tertentu, koleksi tema lebih banyak, status yang ditujukan hanya untuk kontak tertentu, pratinjau file, hingga melihat status yang sudah habis masa berlakunya.


Namun yang perlu diketahui, dengan versi tidak resmi ini, ada risiko keamanan yang bisa saja terjadi pada perangkat, salah satunya perangkat terkena malware.

Terpenting, jika WhatsApp menawarkan fitur keamanan enkripsi end-to-end, chat menggunakan WhatsApp GB tidak dilindungi dengan enkripsi.

Padahal dengan fitur enkripsi end-to-end, WhatsApp menjanjikan pesan pengguna terlindungi dan tidak bisa diintip oleh pihak lain, termasuk oleh WhatsApp sendiri.

Artinya, jika WhatsApp GB atau aplikasi WhatsApp mod lainnya tak dilengkapi enkripsi end-to-end, obrolan antar pengguna bisa saja diintip pihak lain.

Rihanna trends on Google after viral tweet. Most searches were from Punjab

 


Rihanna tweeted in support of the ongoing farmers' protests on Tuesday. After her tweet went viral, searches for the singer also increased on Google, especially from Punjab.

 

International singer, actor and entrepreneur Rihanna caused quite a stir on the internet on Tuesday. The singer tweeted in support of the ongoing farmers' protests happening at the borders of Delhi.

Rihanna did not say much, in just a single sentence or 50 characters to be more precise, the Hollywood star showed her solidarity.

Rihanna shared a news report by CNN on the internet shutdown on the outskirts of Delhi in the light of hundreds of farmers protesting against the Indian government's newly enacted farm laws. She tweeted, "Why aren't we talking about this?"

 

RIHANNA TRENDS ON GOOGLE AFTER FARMERS' PROTESTS TWEET

Needless to say, Rihanna's tweet on farmers' protests caught Indian Twitterati's attention. The pop icon received both positive and negative responses. While some thanked Rihanna for raising her voice in support of farmers, others criticised her for intervening in the nation's affairs. As of now, her tweet has garnered more than 196.3k retweets and 494.8k likes.

But it wasn't just her tweet that gained popularity in the country. It was the singer herself. Many people were hearing about the singer for the first time in their life, as several tweets suggested. As a result, Google searches about the singer increased too. There has been a sudden peak in searches around the term 'Rihanna' in India in the past few hours, Google Trends suggests.

 

India cuts internet around New Delhi as protesting farmers clash with police

Video shows police clash with farmers on Republic Day
00:09/02:25
Video shows police clash with farmers on Republic Day 02:25

New Delhi, India (CNN)Internet access remained blocked Monday in several districts of a state bordering India's capital following violent weekend clashes between police and farmers protesting controversial agricultural reforms.

Online access would be suspended in at least 14 of 22 districts in Haryana state near New Delhi, until 5 p.m. Monday, according to the Department of Information and Public Relations of Haryana on Sunday. That order was first imposed Tuesday in three Haryana districts for 24 hours, but has been extended every day since.
A 48-hour internet shutdown was also imposed in three other areas around Delhi's borders late on Friday, with India's Ministry of Home Affairs saying the move was "in the interest of maintaining public safety and averting public emergency."
According to officials, those blackouts should have lifted on Sunday night, but Paramjeet Singh Katyal, a spokesperson for Samyukta Kisan Morcha, an umbrella body representing protesting farmers, said the internet was still not working as of Monday.
Demonstrators gather at the Singhu border as farmers protest against new farm laws, on January 30, 2021 in New Delhi, India.
The internet restrictions came after violent scenes last week as demonstrations continue against three agricultural laws passed in September. Since late November, hundreds of thousands of protesters have gathered on the outskirts of New Delhi to demonstrate against changes they say they weren't consulted on and which will hurt their livelihoods.
On Tuesday last week -- a national holiday known as Republic Day that marks the anniversary of the enactment of the country's constitution -- thousands of protesters stormed New Delhi's historic Red Fort as police used tear gas and batons against the demonstrators.
Dozens of officers were injured and one protester died when a tractor overturned during the protests near Delhi police headquarters, police said Wednesday. More than 100 protesters are still missing, Samyukta Kisan Morcha said Sunday.
An internet shutdown was also imposed in areas around New Delhi from midday to midnight on Tuesday.
Darshan Pal, a leader from Samyukta Kisan Morcha, condemned the internet shutdowns, calling the moves "undemocratic."
"The government does not want the real facts to reach protesting farmers, nor their peaceful conduct to reach the world," Pal said in a statement Sunday. "It wants to spread its false spin around farmers. It is also fearful of the coordinated work of the farmers' unions across different protest sites and is trying to cut off communication means between them."
Nevertheless, farmers are still joining the protests, Samyukta Kisan Morcha's Katyal said Monday. "Typically these village groups work against each other but this time they have all united for the collective fight," Katyal said.
Additional deputy commissioner of police in Delhi, Jeetendra Meena, said police had deployed more forces at the border in case any protests break out Monday.

Concerns over democracy

Although India is the world's most populous democracy, it also topped the world in terms of internet shutdowns in 2019, according to Access Now, an advocacy group which tracks internet freedom.
In 2019, the government imposed a months-long internet blackout in Indian-controlled Kashmir after India rewrote the constitution to remove Kashmir's protected autonomy.
That same year, authorities shut down internet in other areas, including in parts of New Delhi, amid widespread protests against a controversial citizenship law considered by many to be discriminatory against Muslims.
The approach is controversial. In India, some individual shutdowns have been challenged in the courts, and there is an ongoing effort to change the country's laws to make such blackouts more difficult to impose.
The shutdowns also come against the backdrop of rising concerns about press freedom in India.
Demonstrators gather at Ghazipur, on January 30, 2021 in New Delhi, India.
On Saturday, Mandeep Punia, a freelance journalist covering the protests, was arrested on the border between Delhi and Haryana, Punia's lawyer Akram Khan told CNN Monday.
Punia has been remanded to judicial custody for 14 days from Sunday, accused of obstructing a public servant from discharging his duty and voluntarily causing hurt and assault or criminal force to deter a public servant from duty.
"(The) accused was merely carrying out his journalistic duties and another journalist was detained along with him but was released around midnight," according to an application for Punia's bail.
But Delhi police's Meena said Punia was not carrying an ID card when he was caught in a scuffle between villagers and protesters. Meena said Punia incited the farmers and pushed police.
Devdutta Mukhopadhyay of Internet Freedom Foundation, a non-governmental organization, said the government was using "extremely draconian" measures and the internet suspension was disproportionate. Online access remains restricted in the majority of Haryana, which impacts not just protesters but citizens who have been forced to work and study from home due to the coronavirus pandemic.
She said there had been reports of mob violence against protesters, and added that it was important for farmers to put forward their side of the story as unbalanced reporting could foster a negative opinion among the public.
The shutdown could set a "very dangerous precedent," she added.
"It's not like you are taking down specific posts or pages that you think are false or inflammatory, this is you shutting down an entire medium of communication."
Last week, India's Congress Party, along with 15 other Opposition parties, wrote a joint letter, condemning the way the protesters had been handled by Prime Minister Narendra Modi's government, calling their response "arrogant, adamant and undemocratic."

Why farmers are protesting

The massive farmer protests have been a significant challenge to Modi as months of demonstrations and sit-ins across the country against his key agricultural policy have grown into a stalemate marked by deadlocked talks between farmers and his administration.
For decades, the Indian government offered guaranteed prices to farmers for certain crops, providing long-term certainty that, in theory, allowed them to make investments for the next crop cycle. The new rules allow farmers to sell their goods to anyone for any price -- giving them more freedom to do things such as sell directly to buyers and sell to other states.
But farmers argue that the new rules will leave them worse off by making it easier for corporations to exploit agricultural workers, and help big companies drive down prices. While farmers could sell crops at elevated prices if the demand is there, conversely, they could struggle to meet the minimum price in years when there is too much supply in the market.
The laws have been so contentious because agriculture is the primary source of livelihood for about 58% of India's 1.3 billion population, and farmers have been arguing for years to get the minimum guaranteed prices increased. They are the biggest voter block in the country -- making farming a central political issue.
The government has held rounds of talks with leaders of more than 30 farmers' unions that are opposed to the laws -- but the talks have gone nowhere.
Last month, India's Supreme Court issued an order putting the three contentious farm laws on hold and ordered the formation of a four-member mediation committee to help the parties negotiate. But farmers' leaders have rejected any court-appointed mediation committee.
According to Samyukta Kisan Morcha, at least 147 farmers have died during the course of the months-long protests from a range of causes, including suicide, road accidents and exposure to cold weather. Authorities have not given an official figure on protester deaths.

Contact Form

Name

Email *

Message *

Site Links